Berita


Jakarta (Kabarna.ID) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan porsi penumpang internasional untuk moda angkutan udara bertambah menjadi 30 persen pada 2019. Saat ini baru 23 persen dari 89 juta penumpang merupakan penumpang internasional.

 

Usai Rapat Koordinasi Stimulus Paket Peningkatan Aksesibilitas Udara di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin, Budi mengatakan tahun ini targetnya adalah 25 persen.

Budi menilai kebijakan untuk memberikan insentif terhadap penerbangan internasional, seperti potongan biaya mendarat (landing) tidak begitu efektif sehingga akan dievaluasi.

“Sejak saya di Angkasa Pura II itu sudah dilakukan, tapi menjadi pertanyaan mengapa tidak menarik, bisa jadi paketnya atau kota-kotanya kurang menarik, karena itu kita akan evaluasi ini,” kata Budi.

Saat ini, lanjut dia, baru Manado yang sudah menunjukan pertumbuhan penumpang internasional dari China setelah dibukanya penerbangan langsung dari kota ini.

Padahal, Budi menilai ada beberapa bandara seperti Bandara Kualanamu yang bisa menampung wisawatan asing dari bagian utara Indonesia, seperti India dan Timur Tengah.

Budi mengatakan saat ini masih belum diperlukan pemisahaan bandara domestik dan internasional karena yang diperlukan hanyalah perbaikan manajemen oleh operator bandara.

“Bandara-bandara luar negeri itu tidak besar, tidak mewah tapi dia menjadi satu penarik untuk turis,” kata Budi.

Budi menyebutkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta hanya melayani 36 destinasi internasional, sementara bandara Malaysia dan Singapura memiliki lebih dari 100 destinasi internasional.

Dia mengatakan pergerakan pesawat di Bandara Soekarno Hatta sekarang ini adalah 86 pergerakan pesawat per jam dan akan ditingkatkan menjadi 110 pergerakan dengan beroperasinya landasan pacu ketiga.

“Jadi ada tambahan kurang lebih 30 slot, harapannya memberikan ruang yang besar kepada maskapai asing menuju Jakarta, juga Bali,” kata Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong tiga upaya yang harus dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara, yaitu kerja sama layanan angkutan udara, navigasi udara dan bandara dan stimulus untuk pembukaan rute baru.

“Operator bandara ini kurang agresif mengembangkan bandara, di sisi lain memang bagus load factor (tingkat keterisian) meningkat, tapi kapasitas semakin berkurang untuk menampung wisatawan,” kata Arief.

Arief meminta tambahan empat juta kursi penerbangan untuk tahun ini agar tercapai kunjungan 15 juta wisatawan asing, untuk 2018 tambahan tiga juta kursi, 2019 3,5 juta kursi, sehingga tercapai 10,5 juta tambahan wisatawan mancanagara pada 2019.