Berita


Pontianak  (Antara Kalbar) - Personel keamanan PT Angkasa Pura II Persero Kantor Cabang Bandara Supadio Pontianak menggagalkan penyelundupan narkotika dan bahan berbahaya (narkoba) jenis methamphetamine atau sabu-sabu sebanyak lima kilogram.

"Penggagalan ini dilakukan petugas kita pada hari Minggu lalu (18/12), dimana petugas kita mencurigai adanya paket yang dibawa penumpang," kata General Manager PT Angkasa Pura II Persero Kantor Cabang Bandara Supadio Pontianak Bayuh Iswantoro di Pontianak, Selasa.

Sebelum memberikan keterangan kepada wartawan, pihaknya melakukan koordinasi dulu dengan pihak berwajib, untuk mengetahui pasti isi paket tersebut, yang kemudian diketahui adalah narkoba jenis methamphetamine dan sabu-sabu dengan berat lima kg.

Dia menjelaskan dugaan narkotika berawal dari dilakukannya random check di security check point 1 oleh petugas aviation security Bandara Supadio. Petugas yang menaruh curiga terhadap isi paket tersebut segera melakukan manual check.

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, petugas menemukan narkotika jenis Methamphetamine atau sabu-sabu sebanyak 50 paket yang dikemas ke dalam kantong klep transparan dan diperkirakan sebesar 100 gram tiap kantongnya.

Diketahui penumpang tersebut berasal dari Pontianak dan akan terbang menuju Surabaya.

"Petugas Avsec yang bertugas saat itu telah melakukan koordinasi serta menyerahkan calon penumpang beserta barang yang dicurigai ke pihak yang berwajib" tuturnya.

Sebelumnya, kata dia, petugasnya juga menggagalkan penyelundupan dua kg sabu-sabu dan 15.000 butir ekstasi yang dibawa penumpang tujuan Banjarmasin pada Kamis (8/12). Kasus itu sudah dilimpahkan kepada pihak kepolisian.

"Dengan demikian, pada bulan Desember ini, sudah terjadi dua kali upaya penyelundupan dan sudah kita gagalkan. Boleh dikatakan ini merupakan penyelundupan yang boleh dibilang nekat dan dilakukan oleh penumpang, karena sangat berani menyelundupkan melalui bandara," katanya.

Bayuh menambahkan PT Angkasa Pura II (Persero) berkomitmen dalam memerangi peredaran narkoba dengan memaksimalkan pengawasan melalui personil aviation security serta dukungan dari pihak-pihak terkait.