Berita

18 Sep 2016

PT Angkasa Pura (AP) II memastikan progres pembangunan kereta tanpa kemudi atau Automated People Mover System (APMS) di Bandara Internasional Soekarno–Hatta (Soetta) sudah masuk tahap pembangunan.

12 Sep 2016

WARTA KOTA, TANGERANG - Libur panjang Idul Adha yang jatuh mulai Jumat (9/9) hingga Senin (12/9) membuat jumlah penumpang di Bandara Soekarno Hatta mengalami kenaikan.

10 Sep 2016

Lonjakan penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperkirakan akan terjadi bersamaan dengan adanya libur panjang (long weekend) Hari Raya Idul Adha 1437 H. PT Angkasa Pura II (Persero) memperkirakan, kenaikan akan mencapai sekira 10-12 persen. “Total pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta hari ini diperkirakan akan mencapai 138.989 penumpang dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 947 pesawat,” ujar Director of Operation & Engineering President Director PT Angkasa Pura II (Persero), Djoko Murjatmodjo dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (10/9/2016). Diperkirakan lonjakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan terjadi dari hari Jumat (9 September) hingga hari Senin (12 September) mendatang. Sementara pada hari Sabtu (10 September) dan hari Minggu (11 September), pergerakan penumpang diperkirakan masih tinggi, masing-masing 131.619 penumpang dan 116.959 penumpang. “Kami memperkirakan arus balik akan terjadi pada hari Senin sore hingga malam hari. Namun pada hari Senin, pergerakan penumpang sudah menurun hingga menjadi 111.302 penumpang dibandingkan hari Jumat (9 September),” tambah Djoko. Relatif tingginya pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan masih bergairahnya roda perekonomian di Indonesia. Salah satunya ditunjukkan oleh maskapai Sriwijaya Air yang telah mengajukan permohonan extra flight untuk tujuan daerah wisata Bali dan Tanjung Karang yang masing-masing sebanyak dua extra flight. Djoko mengatakan, PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai perusahaan negara yang mengelola 13 bandara di kawasan barat Indonesia telah siap mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut dengan memberikan layanan yang optimal kepada pengunjung bandara. Salah satunya adalah dengan menempatkan 395 personil TNI untuk menjaga keamanan bandara. “Khusus bagi penumpang Garuda Indonesia pada penerbangan domestik, PT Angkasa Pura II (Persero) menghimbau agar penjemputan penumpang pesawat dengan kendaraan pribadi yang tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat dilakukan di gedung parkir. Di gedung parkir tersebut juga tersedia lobby untuk penjemputan yang dapat langsung diakses oleh penumpang atau pengunjung bandara melalui Lantai 1 Terminal 3," katanya. 

06 Sep 2016

PT Angkasa Pura II (Persero) mengeluarkan imbauan bagi penjemput penumpang pesawat di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka diminta untuk menaruh kendaraan pribadi di gedung parkir.

05 Sep 2016

PALEMBANG - Peringatan Hari Pelanggan yang jatuh 4 September tahun ini diperingati dengan berbagai kegiatan menarik, salah satunya oleh manajemen PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

04 Sep 2016

Tanjungpinang, ZonaKepri.com – Ada yang berbeda pada hari ini, PT. Angkasa Pura II yang beroperasi melayani maskapai penerbangan dan masyarakat di Bandar Udara (Bandara) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memberikan pelayanan ekstra untuk para pengguna jasa bandara, pada peringatan hari pelanggan, Minggu 4 September 2016.

02 Sep 2016

TANGERANG – PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan bahwa terhitung mulai tanggal 1 September 2016 diberlakukan tarif parkir reguler di gedung parkir Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

31 Aug 2016

JAKARTA (SK) - Sejumlah kalangan memuji pengoperasian Terminal 3 baru Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soeta) oleh PT Angkasa Pura II (Persero).  Pujian disampaikan oleh pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna dari Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewo Broto, Selasa (30/8). ”Saya memperhatikan fasilitas publik, ruang tunggu cukup memadahi dan lumayan mewah. Fasilitas untuk penyandang disabilitas tersedia. Ruang parkir penjemput penumpang lebar, sehingga memungkinkan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” kata Yayat.  Menurut Gatot S Dewo Broto, keberhasilan pembangunan dan pengoperasian terminal 3 merupakan wujud sinergisitas yang baik antar lembaga serta kontraktor pelaksana, dan diharapkan terus menjadi lebih baik ke depannya. Gatot menambahkan, secara umum sistem pelayanan di Terminal 3 sejak pertama kali dibuka pada 9 Agustus lalu sudah cukup baik untuk ukuran terminal yang baru beroperasi 40 persen. ”Kalaupun waktu itu masih ada kendala di sana-sini tentunya itu bagus untuk pemahaman bahwa memang masih ada kekurangan. Justru karena sambil beroperasi maka akan ketahuan di mana saja kekurangannya,” kata Gatot. Gatot mengatakan hal itu di sela-sela acara penyambutan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 Ahmad Tontowi/Liliyana Natsir yang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang digelar oleh PT Angkasa Pura II (Persero) bekerjasama dengan Kemenpora dan KOI.  Dia menuturkan, secara desain, Terminal 3 baru Bandara Soekarno-Hatta tidak kalah dengan bandara-bandara internasional lainnya di dunia. ”Desainnya bagus, seperti bandara di Amsterdam,” kata Gatot. Sementara dari sisi pelayanan, tambahnya, sistem yang diberlakukan di Terminal 3 yang baru lebih baik dan menyempurnakan sistem pelayanan yang sudah diberlakukan di terminal eksisting, bahkan tidak kalah dengan bandara lain di luar negeri.  (yon/wem)

30 Aug 2016

Liputan6.com, Jakarta Bandara Soekarno Hatta atau biasa disebut bandara Soetta tentunya tak asing bagi warga negara Indonesia maupun ekspatriat yang sering menggunakan jasa transportasi penerbangan. Sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia dan telah melayani penumpang selama lebih dari 31 tahun tentunya banyak hal yang perlu dibenahi. Melayani pengguna transportasi udara dalam jangka lama tentunya diperlukan peningkatan dari banyak hal, baik dari sisi pelayanan, sistem, maupun fasilitas. Karena itulah pada 2007 dimulai pembangunan Terminal 3 oleh PT Angkasa Pura II. Memang tak singkat, pembangunan tersebut butuh waktu hampir 10 tahun lamanya sebelum akhirnya diresminak beroperasi 9 Agustus 2016 lalu. Terminal 3 memang diproyeksikan untuk mengurangi beban penumpang dari Terminal 1 &2. Bayangkan, kapasitas kedua terminal tersebut hanya 18 juta penumpang per tahunnya, sangat berbeda jauh dengan angka di lapangan yang tercatat 88telah tembus 32 juta penumpang tiap tahunnya!  Adanya Terminal 3 tentunya akan sangat membantu, karena direncanakan akan mampu menampung 25 juta penumpang tiap tahun. Peningkatan pun tak hanya dari segi kapasitas atau daya tampung, perbedaan paling mencolok dibanding dua terminal lainnya karena Terminal 3 dibangun dengan konsep modern dan ramah lingkungan. Terminal baru ini didirikan di atas lahan seluas 422.804 meter persegi dengan panjang 2,4 km, jauh lebih luas dari Terminal 1 & 2. Bangunan pun dibuat setinggi 5 lantai, lantai satu difungsikan untuk terminal kedatangan, lantai dua untuk terminal keberangkatan, dan tiga lantai lainnya difungsikan sebagai sarana perkantoran dan lounge. Peningkatan dari sisi layanan lainnya adalah kemampuan untuk melayani landing pesawat jumbo jet Airbus A380. Ya, pesawat berkapasitas super banyak dengan bobot jauh lebih berat dibandingkan pesawat komersial umumnya menjadikannya membutuhkan landasan khusus. Begitu pun dengan garbarata ganda disiapkan untuk melayani penumang pesawat Airbus A380.  Soal penggunaan energi Angkasa Pura II telah menerapkan teknologi ramah lingkungan dengan hanya menggunakan lampu LED untuk pencahayaan serta solar cell sebagai sumber energi Terminal 3.

29 Aug 2016

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agen inspeksi (regulated agent) di Bandara Soekarno-Hatta ditata ulang sebagai bagian dari rantai pasok kargo udara untuk menjamin keamanan penerbangan. "Indonesia sebagai salah satu negara anggota ICAO wajib mematuhi seluruh ketentuan keamanan penerbangan yang telah ditetap oleh ICAO, dan adalah wajib hukumnya bagi pengelola bandar udara, maskapai dan regulated agentuntuk menaati ketentuan tersebut, termasuk juga temuan-temuan yang dilakukan oleh otoritas penerbangan sipil negara mitra, wajib dipenuhi," kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. Sebelumnya, Menhub Budi melakukan inspeksi mendadak ke area ekspor Garuda Indonesia Cargo dan beberapa agen inspeksi di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (28/8).  Budi pada inspeksi tersebut didampingi oleh Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soetta, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Angkasa Pura II dan Pejabat dari PT. Gapura serta Garuda Kargo. Secara umum dalam inspeksi mendadak tersebut dia melihat bahwa kinerja penanganan kargo yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait perlu ditingkatkan.  "Saya minta Kepala Otoritas Bandar Udara memastikan bahwa per 1 Oktober 2016 semua X-Ray (sinar x) yang ditempatkan di regulated agent dan warehouse(pergudangan) harus double/multi view," katanya. Kepada PT Angkasa Pura II, dia menekankan untuk sesegera mungkin melakukan integrasi sistem, baik dengan maskapai maupun agen inspeksi.  Budi menjelaskan hal-hal tersebut terkait dengan hasil audit Uni Eropa bidang Penerbangan Sipil yang menunjukkan adanya beberapa kelemahan keamanan di area Terminal Kargo Soetta, di antaranya dalam hal titik pemeriksaan keamanan (security check point) dan kendali akses (access control).  Selain masalah teknis operasional, dia juga menyoroti regulasi terkait penanganan kargo. "Saya juga minta kepada Dirjen Perhuhungan Udara untuk mengkaji ulang PM Nomor 153 Tahun 2015 baik dari sisi persyaratan operasional maupun pengusahaan," katanya.  Selain memeriksa kondisi fisik, prosedur operasi standar dan kompetensi SDM agen inspeksi, Menhub Budi juga berkesempatan untuk berdialog dengan Regulated Agent dan PT Garuda Indonesia untuk mendapat masukan-masukan guna menjamin keamanan kargo dan optimalisasi pelayanan kargo oleh pengelola bandar udara.