Berita

03 Aug 2016

JAKARTA – PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mulai beroperasi pada 9 Agustus 2016 pukul 00.01 WIB. Pengoperasian terminal baru ini sejalan dengan surat Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.508/1/1/DRJU. DBU-2016, tanggal 2 Agustus 2016, perihal Pengoperasian Terminal 3.

02 Aug 2016

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Angkasa Pura II (AP II) dan PT Garuda Indonesia mulai melakukan uji coba Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

19 Jul 2016

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai melakukan verifikasi lapangan terhadap perluasan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 18-22 Juli 2016. Regulator Kemenhub melalui Direktorat Perhubungan Udara sebelumnya sudah melaksanakan verifikasi administrasi pada semua fasilitas di terminal 3 senilai Rp7,7 triliun itu sejak 11-14 Juli 2016.  Direktur Bandar Udara Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub, Yudhi Sari mengungkapkan, terdapat sejumlah proses yang perlu dilaksanakan sebelum memulai pengoperasian Terminal 3, di antaranya tahap awal dari regulator berupa verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan.  "Setelah semua siap lalu Kemenhub bersama PT Angkasa Pura (AP) II melakukan uji coba kesisteman. Kalau tes kesisteman beres nanti kapan ditentukan tes kesisteman dengan penumpang. Itu jadi dipilih dan uji coba bagaimana sejumlah penumpang melakukan check in di counter dan sebagainya. Kalau sudah dilakukan semua, baru bisa ditentukan kapan mulai beroperasi," kata Yudhi di Jakarta, Senin (18/7/2016).  Menurutnya, dalam tahap verifikasi administrasi pada pekan lalu, masih ada sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi oleh AP II dalam hal fasilitas Terminal 3 baru. Namun, hal itu bisa penuhi sambil berjalan dengan tahap verifikasi lapangan. "Kesiapan operasi Terminal 3 sangat tergantung pada AP II. Kalau AP II siap, ya kami tentu akan periksa dan berikan izinnya bila sudah memenuhi persyaratan," ungkapnya. Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya Sumadi membenarkan saat ini sedang berlangsung verifikasi. Verifikasi tersebut meliputi kesiapan maskapai dan pihak lain yang terlibat di Terminal 3 Bandara Soetta.  "Verifikasi sedang berlangsung. Kami sudah rapat dengan Pak Menteri Perhubungan, Air Navigation (Airnav), Garuda serta Pertamina. Yang memimpin rapat Pak Menteri Jonan, Pak Menteri mengintruksikan kepada tim Direktorat udara melakukan verifikasi dalam kurun waktu dua pekan. Mudah-mudahan bisa selesai pada akhir bulan," kata dia.  Menurutnya, rekomendasi  terkait verifikasi tersebut meliputi sisi kemanan, keselamatan serta kenayaman di terminal. Verifikasi tersebut, kata dia juga berkaitan dengan Apron Movement Control (AMC) yang saat ini dalam tahap finishing. "Rekomendasi ada tiga, keamanan, keselamatan serta kenyamanan. Diantaranya berkaitan dengan kombinasi Air Traffic Controller (ATC) dengan AMC, sedang dilakukan. Praktis semua peralatan sedang kita lengkapi, pada minggu ketiga akan selesai. Fasilitas pertamina sendiri akan selesai sekitar 27 Juli serta hal-hal yang lain yang sifatnya fisik sudah kami selesaikan," ujar dia.  Dia menambahkan, selain verifikasi, pihaknya di PT APII saat ini sedang membenahi sistem taksi bandara yang melibatkan taksi konvensional dan taksi online. Hal tersebut, dilakukan demi kenyamanan penumpang dan operator sehingga ke depan bisa lebih efisien.  "Kami sedang cari formulanya. Misalnya untuk taksi online bagaimana caranya supaya taksi online ketika mengantar penumpang ke bandara selanjutnya tidak kosong. Begitu juga sebaliknya bagi taksi online. kami cari win-win solutionnya bagaimana dan ini sedang kami pikirkan," pungkasnya.

17 Jul 2016

TANGERANG - PT Angkasa Pura II menggelar dialog bersama dengan sejumlah blogger di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tadi siang. Dialog tersebut dilakukan untuk mensosialisasikan Terminal 3 Ultimate kepada masyarakat khususnya para netizen. Dalam kegiatan tersebut sebanyak 50 blogger dan vlogger berkeliling melihat berbagai fasilitas di Terminal 3. Kemudian dilanjutkan dengan dialog antara peserta dengan Direktur Utama PT AP II Budi Karya Sumadi dan Komisaris Utama PT AP II Rhenald Kasali. Budi Karya Sumadi mengatakan, sengaja menundang para blogger dan vlogger agar informasi Terminal 3 Ultimate lebih cepat tersebar."Kita juga adakan acara product knowledge, supaya mereka tahu dan melihat secara langsung apa saja fasilitas di Terminal 3 Ulitimate, jadi saat menulisnya tidak asal, bagus dan canggih, tapi tidak tahu bagusnya dan canggihnya di mana," jelasnya. Selain blogger, sebelumnya PT AP II mengundang berbagai komunitas untuk mengenalkan Terminal 3 seperti dari ITB dan SMA Palembang. "Kita beri kesempatan kepada mereka untuk tahu, diharapkan mereka mensosialisasikannya sehingga semua berminat dan ikut mempromosikan Terminal 3 Ulitimate menjadi tempat yang baru dan membanggakan," paparnya.

14 Jul 2016

TANGERANG - Kebutuhan air bersih di Bandara Internasional Soekarno-Hatta secara resmi mulai disuplai oleh PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang. Karenanya, kedua belah pihak yakni PT Angkasa Pura II dan PDAM Tirta Benteng melakukan penandatanganan kerja sama atau MoU. Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, sedangkan dari PT Angkasa Pura II langsung oleh Presiden Director Budi Karya Sumadi. Menurut Budi, dengan adanya MoU ini, pihaknya merasa lega karena pihak Pemkot Tangerang telah mau memberikan kepastian suplai air bersih kepada Bandara Soekarno-Hatta. "MoU ini juga meyakini apabila kami suatu saat ada kebutuhan tambahan, 100.000 liter per detik, dan menurut Pak Wali akan dikembangkan menjadi 350.000 liter per detik," ujar Budi di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu 13 Juli 2016. Sebab, kata Budi, kebutuhan air bersih akan terus bertambah. Karena selain untuk Terminal 1,2 dan 3 akan ada Terminal 4. Belum lagi, kata dia, akan ada Cargo Village bisnis serta angkutan Kereta Api. "Saya berpikir air dan listrik ini sangat strategis, sebab akan ada Kereta Api nantinya kan," tuturnya. Menurut dia, Bandara Soekarno-Hatta tidak bisa hidup sendiri tanpa ada bantuan dari stakeholeder dalam hal ini pemerintah daerah. "Kebutuhan air sangat penting, saya yakin kualitas air akan terjamin. Soekarno-Hatta harus seperti ikan dan air dengan Pemerintah Daerah," tukasnya. Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya telah mengganti pipa dari single menjadi dobel pipa. Selain itu, papannya pun sudah diganti menjadi pipa yang digunakan untuk penyediaan air minum bersih. Saat ditanya bagaimana jika Cisadane kering, seperti peristiwa kekeringan pada 2015 lalu, menurut dia, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah pusat. "Kementerian PU Pera sudah oke katanya akan mengeruk bagian depan pintu air 10 yang dapat menampung air 500 .000 sampai 18.000. Karena itu kan memang tanggung jawab nasional, termasuk penuraban, karena DKI di daerah Jakbar juga minta ke kami," ucapnya. pihaknya bangga dengan adanya Terminal 3 Ultimate karena menjadi bandara terbesar, tercanggih dan termodern saat ini. "Ini juga termasuk keajaiban di Tangerang, pokoknya enggak malu-maluin orang Tangerang. Semoga daerah sekitar juga ikut maju dan berkembang," katanya. Dengan akan berkembangnya Terminal 3 Ultimate yang mampu menampung 100 juta penumpang pertahun  itu dia mengharapkan kerjasama tidak hanya air. Tetapi juga listrik. "Karena kita bersama Pemerintah pusat sedang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Ini di kita akan menyediakan sampai 15 megawatt" terangnya.

13 Jul 2016

TANGERANG - PT Angkasa Pura II (Persero) telah mempersiapkan pengoperasianTerminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang mengalami tahapan perluasan. Direktur Operasi dan Teknik PT AP II, Djoko Murjatmodjo mengatakan, tahapan finishing dalam pengoperasian Terminal 3 saat ini hanya menunggu evaluasi sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubdar) Kemenhub.  AP II telah membenahi sistem atau alat komunikasi melalui pembangunan menara Apron Movement Control (AMC) yang akan terhubung ke menara Automatic Traffic Controller (ATC). "AMC towernya sudah ada, petugasnya juga sudah ada, alatnya sudah ada. Begitu tower siap peralatan dipasang, kita mengundang Dirjen Hubdar untuk memperlihatkan standar operasinya," ujar Djoko di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/7/2016).  Sebagai informasi, Kemenhub melalui Direktorat Perhubungan Udara memberi masukan bahwa apron yang dipantau dari menara ATC belum terlihat secara visual (pandangan mata). Karena itu, PT AP II membangun menara baru bernama menara AMC. Menara ini terpisah dengan menara ATC. Adapun fungsi AMC akan memantau semua pergerakan yang ada di apron Terminal 3 untuk kemudian dilaporkan ke menara ATC.  "Jadi nanti semua pergerakan yang ada di apron Terminal 3 akan kembali dilaporkan ke menara utama atau menara ATC," kata Djoko.  Dia menyebutkan pihaknya sudah siap jika Kemenhub melakukan evaluasi terkait sertifikasi pengoperasian Terminal 3 Bandara. "Jadi tinggal menunggu Direktorat Udara Kemenhub, evaluasi sertifikasinya lalu kemudian bisa operasi," jelasnya.  Penyediaan Air Bersih AP II dan Pemerintah Kota Tangerang menandatangani nota kesepahaman terkait kebutuhan air bersih di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pemerintah Kota Tangerang melalui PDAM Tangerang akan memasok kebutuhan air bersih di Bandara Soetta.  Presiden Direktur PT AP II, Budi Karya Sumadi mengatakan, pengembangan Terminal 3 diprediksi akan meningkatkan jumlah penumpang sehingga kebutuhan di sektor air bersih juga perlu diantisipasi.  "Makanya, kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang di mana, Walikota Tangerang memberikan jaminan tersedianya air bersih melalui PDAM Tangerang," ujarnya, dalam penandatanganan kerja sama antara pemerintah kota Tangerang dan PT AP II. Menurutnya, kebutuhan air bersih di Bandara Soetta dengan ketersediaan cadangan air yang dimiliki pemerintah Kota Tangerang bisa mencapai lima kali lipat, dari 8.000 meter kubik per hari menjadi 40.000 meter kubik per hari. Sementara kapasitas normal penumpang Bandara Soetta saat ini mencapai 60 juta penumpang per tahun dan bisa bertambah hingga 100 juta penumpang per tahun.  "Makanya, dengan pengembangan terus menerus, terutama Terminal 3 yang ada saat ini dan  dan nantinya penambahan runway tiga tentu akan memperbesar kapasita. Sehingga antisipasi di sektor kebutuhan air bersih juga perlu dilakukan," terang Budi.

12 Jul 2016

TEMPO.CO, Padang – Jumlah penumpang di Bandara Internasional Minangkabau pada arus balik Lebaran tahun ini melonjak hingga 21 persen. Jumlah penumpang yang datang dan pergi melalui bandara tersebut masih banyak. Dari data PT Angkasa Pura II, mulai H+1 hingga H+3 atau Jumat, 9 Juli 2016, sampai Minggu, 10 Juli 2016, jumlah penumpang mencapai 41.892 orang. Angka ini naik 21,29 persen dari tahun yang lalu yang hanya 34.613 penumpang. Penumpang yang datang ke Bandara Minangkabau hingga H+3 mencapai 21.236 orang dengan 130 penerbangan. Sedangkan tahun lalu hanya 17.940 penumpang atau naik sekitar 18,37 persen. Sedangkan penumpang yang pergi melalui Bandara Minangkabau mencapai 20.746 penumpang, naik 24,43 persen dari tahun lalu yang hanya 16.673 penumpang Puncak arus balik terjadi pada Ahad, 10 Juli 2016. Ada 14.909 penumpang di Bandara Minangkabau. Kenaikan jumlah penumpangnya mencapai 24,49 persen dari 2015, yang hanya 11.976 orang. "Jumlah penumpang di Bandara Minangkabau mengalami kenaikan dari 2015," ujar Manajer Operasional PT Angkasa Pura II cabang BIM, Alzog Pendra Budhi, Senin, 11 Juli 2016. Alasannya, kata dia, libur Lebaran tahun ini cukup panjang sehingga banyak yang mudik ke Sumatera Barat. Ia memprediksi, arus balik masih terjadi hingga 17 Juli 2016, menjelang aktivitas sekolah dimulai pada Senin, 18 Juli 2016.  "Extra flight masih ada hingga 17 Juli," ujarnya.  

01 Jul 2016

Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura II (AP II) memperkirakan terjadi lonjakan penumpang sekitar 20 persen hingga 30 persen dibanding hari biasa pada mudik Lebaran tahun ini. Berdasarkan pemantauan AP II, jumlah penumpang yang terbang (take off) dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten,  hampir menembus angka 100 ribu penumpang per hari.