Berita

26 Mar 2017

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin meyakini kereta tanpa pengemudi yang juga dikenal sebagai automated people mover system (APMS) dapat kelar dan dioperasikan Juni 2017.

23 Mar 2017

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengucuran Dana Program Kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.Angkasa Pura II (Persero) Supadio Pontianak tahap pertama tahun ini telah sukses dilaksanakan di kantor perusahaan ini pada 23 Maret 2017, dengan total bantuan Rp.420.000.000.

21 Mar 2017

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Prestasi mengkilat Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) meraih penghargaan sebagai bandara di nomor wahid The World’s Most Improved Airports 2017, menuai pujian dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

18 Mar 2017

Pontianak, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) merencanakan penambahan landas pacu atau runway di Bandara Internasional Supadio, Pontianak. Rencana ini merupakan respon atas kemungkinan penambahan lalu lintas penumpang (passenger traffic).

18 Mar 2017

Pontianak, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meninjau proyek pengembangan Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

16 Mar 2017

AMSTERDAM – Bandara Changi kembali dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia versi Skytrax. Bandara Singapura itu mengungguli sejumlah pesaing terdekat seperti Haneda Tokyo (Jepang) di urutan dua dan Incheon (Korea Selatan), pada posisi tiga.  Pada ajang tahunan ini, Bandara Internasional Soekarno- Hatta (Soetta) juga layak berbangga karena ditahbiskan sebagai Bandara dengan Perkembangan Terpesat di Dunia (World’s Most Improved Airport) 2017. Status Bandara Terbaik Dunia 2017 bagi Changi melengkapi predikat serupa yang mereka raih pada 2013, 2014, 2015, dan 2015.  Selain performa pelayanan dan fasilitas yang terjaga apik, jumlah calon penumpang yang menginjakkan kaki di bandara megah itu juga meningkat dan diperhitungkan mencapai 58,7 juta orang pada 2016. Secara keseluruhan pada peringkat 10 besar terdapat Bandara Munich, Jerman (4), Bandara Internasional Hong Kong (5), dan Bandara Hamad, Qatar (6). Kemudian, Bandara Chubu Centrair, Jepang (7), Bandara Zurich, Swiss (8), Bandara London Heathrow, Inggris (9), dan Bandara Frankfurt, Jerman (10).  Adapun di kategori ini, Bandara Soetta berada di peringkat 44, jauh melesat dari 2016 yang berada di posisi 63. “Kami melompat 19 poin, capaian terbaik selama ini. Kami sebenarnya hanya menargetkan masuk di 50 besar dunia, karena itu terima kasih atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia termasuk pak Arief Yahya (Menteri Pariwisata) dan seluruh jajaran Kemenpar RI,” ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin saat menerima penghargaan di Passenger Terminal EXPO, Amsterdam, Belanda, pada 14 Maret 2017 waktu setempat atau kemarin WIB.  Awaluddin menambahkan, penghargaan ini akan lebih memacu AP II untuk menjadikan Bandara Soetta dan bandarabandara lain di bawah lingkungan PT AP II sebagai bandara berkualitas yang mampu memberikan kontribusi dalam pertumbuhan perekonomian serta pengembangan pariwisata. Menurut dia, penghargaan The World’s Most Improved Airport 2017 adalah pencapaian awal dari target yang lebih besar, yakni menjadikan Bandara Soetta sebagai bandara terbaik.  “Ini suatu kebanggaan bagi kami. Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia maupun industri aviasi nasional serta seluruh stakeholder terkait dalam mendukung perkembangan bandara ini,” ujar dia. CEO Skytrax Edward Plaisted mengapresiasi PT AP II selaku pengelola Bandara Soetta karena telah berupaya meningkatkan standar pelayanan, salah satunya, melalui pelayanan di Terminal 3.  “Penghargaan ini menggarisbawahi seberapa besar upaya pengelola bandara memberikan pelayanan kepada penumpangnya,” ungkapnya. Terminal 3 Bandara Soetta mulai dioperasikan sebagian pada 9 Agustus 2016 dan telah melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia. Diperkirakan pada tahun ini jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soetta akan mencapai 60 juta orang.  Selain Terminal 3, rencana pengembangan infrastruktur lainnya adalah fasilitas kereta antarterminal (skytrain), stasiun kereta bandara, cargo village, integrated building, east cross taxiway, runway ketiga, serta revitalisasi Terminal 1 dan 2. Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Bandara Soetta yang telah ditetapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai tourism airport itu diharapkan mampu mendorong kemajuan pariwisata Indonesia di luar negeri.  Menurut dia, reputasi sebagai bandara kelas dunia sangat penting.  Pertama, untuk kalibrasi atau menyamakan dengan standar global yang dimiliki Skytrax dan diakui dunia.  Kedua, penghargaan ini akan menaikkan level kepercayaan diri.  “Rasa percaya diri bahwa kita bisa hebat, bisa juara dunia, dan kita tidak merasa minder dengan bangsa-bangsa lain karena kita juga bisa lebih hebat dari mana pun,” jelas pria asal Banyuwangi tersebut. Selain itu penghargaan tersebut juga penting untuk membangun kredibilitas Indonesia di luar negeri. “Kalau sudah tepercaya, punya kredibilitas, maka value-nya naik. Kalau nilai valuasinya naik, harga pun akan lebih mahal dari airport yang lain,” paparnya.  Pengamat dunia aviasi Arista Admadjati memandang penghargaan yang diraih Bandara Soetta menjadi prestasi membanggakan karena mengalahkan bandara-bandara besar lain di Eropa maupun Asia. Kendati demikian dia mengingatkan agar ke depan bandara kebanggaan bangsa ini mesti terus berbenah untuk meraup prestasi lain yang lebih tinggi. Salah satu titik pembenahan itu adalah peningkatan pelayanan pada fasilitas terminal.  “Secara fisik saya melihat kualitas Terminal 3 tentu sudah oke dari fasilitas penunjang yang nyaman. Namun tantangan ke depan, bagaimana terminal lain seperti Terminal 1 dan Terminal 2 bisa mendapatkan fasilitas yang menunjang pelayanan yang sama di Terminal 3,” ungkapnya.  Arista menambahkan, dengan penghargaan tersebut pengelola AP II juga harus memberikan kontribusi yang menunjang pelayanan penerbangan kepada penumpang, yakni dengan memanfaatkan Bandara Soetta sebagai pintu gerbang Indonesia. “Caranya, bagaimana mengoneksikan bandara yang satu dengan bandara yang lain melalui penerbangan feeder. Tentu ini butuh koordinasi banyak pihak dari maskapai, regulator, dan pemerintah daerah,” pungkasnya.  Fasilitas Changi Terdepan  Penghargaan bandara terbaik dunia ditentukan berdasarkan The Skytrax World Airport Survey yakni survei independen terhadap 13,82 juta responden dari 105 negara yang dilakukan di 550 bandara seluruh dunia. Jajak pendapat berlangsung pada Juli 2016 hingga Februari 2017 di mana survei ini mengevaluasi pengalaman para pelancong terhadap fasilitas dan produk bandara dari mulai check-in, kedatangan, transit, belanja, keamanan dan imigrasi hingga ke gate keberangkatan.  Bandara Changi yang dinobatkan sebagai terbaik dunia merupakan bandara tersibuk kedua secara global. Meski sudah dibangun sejak 29 Desember 1981, dengan perawatan berkala konstruksi bangunan masih kokoh dan bersih. Kapasitas parkir pesawat akan naik sekitar 24% atau lebih dari 180 pesawat saat Terminal 4 dibuka pada kuartal ketiga tahun ini.  Kendati lalu lintas para penumpang sangat tinggi, Bandara Changi tidak menimbulkan suara bising yang berlebihan sehingga membuat para pengunjung nyaman. Menurut Edward Plaisted, Bandara Changi terus melakukan inovasi produk dan fasilitas pelayanan bagi para penumpang dan membuat pengalaman travelling di bandara menyenangkan dan menenangkan. 

16 Mar 2017

Soekarno-Hatta International Airport in Tangerang, Banten has been named the World’s Most Improved Airport in 2017 based on a survey conducted by Skytrax, a press statement says.

15 Mar 2017

jpnn.com - Prestise Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK) Tangerang di dunia internasional semakin melambung. Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II itu mencapai dua sukses sekaligus.

08 Mar 2017

Merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31 tahun 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, serta berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Angkasa Pura II (Persero) Nomor: KEP.03.03/00/09/2016/0514 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komite Audit PT Angkasa Pura II (Persero); Nomor: KEP.03.03/00/12/2016/0847 tentang Pengangkatan Anggota Komite Manajemen Risiko dan SDM PT Angkasa Pura II (Persero); dan Nomor: KEP.03.03/00/12/2016/0849 tentang Pengangkatan Anggota Komite Audit PT Angkasa Pura II (Persero), maka dengan ini kami menyampaikan bahwa Perseroan telah mengubah anggota komite dengan susunan sebagai berikut : 

08 Mar 2017

Kualanamu (SIB)- Tiga calon penumpang maskapai Garuda Indonesia rute Medan (KNO) ke Denpasar Bali melalui Palembang ditangkap petugas Bandara KNIA karena kedapatan membawa 2 Kg lebih diduga sabu, Senin (6/3). Humas dan Protokoler Manager kantor PT Angkasa Pura II KNIA Wisnu Budi Setianto ketika dikonfirmasi menyatakan, ketiga tersangka yang merupakan warga Aceh masing-masing berinisial M (30), IU (46) dan MN (27). Dijelaskan Budi, pagi itu ketiga tersangka datang ke Bandara KNIA Deliserdang dan rencananya hendak berangkat  ke Palembang dengan maskapai Garuda Indonesia GA-266 pagi pukul 07.00 WIB. Ketika itu, petugas Security Check Point (SCP) di Iantai 3 keberangkatan Bandara KNIA mencurigai gerak-gerik para tersangka. "Ya, ketiga tersangka itu bertubuh kecil, tapi memakai sepatu boat berukuran besar dan terlihat curiga oleh petugas Bandara," ujar Wisnu menjawab SIB melalui telepon genggam. Tersangka M Senin subuh yang pertama sekali diamankan petugas Bandara KNIA. Dari hasil pemeriksaan, petugas KNIA menemukan 8 paket serbuk putih seberat 653 gram diduga sabu yang disimpan tersangka di sepatunya. Kemudian menyusul dua tersangka lagi berinisial IU dan MN. Dari kedua tersangka, petugas juga menemukan 8 paket berisi serbuk putih seberat 836 gram diduga sabu di sepatu IU, dan 8 paket berisi serbuk putih seberat 540 gram diduga sabu di sepatu yang dipakai MN. Safety Manager PT Angkasa Pura II KNIA Kuswadi ketika ditanyai SIB melalui telepon membenarkan penangkapan tiga calon penumpang Garuda karena kedapatan membawa 2 Kg lebih diduga sabu. Ketiga tersangka menurut Wisnu Budi Setianto mengaku sebagai "kurir". Masing-masing tersangka mengaku mendapat upah Rp5 juta. Usai diperiksa petugas di kantor Security Building (Sebul) KNIA ketiga tersangka diserahkan ke Polres Deliserdang. (