Siaran Pers


Mulai hari ini Jumat tanggal 17 November 2017, Kereta layang atau Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah terhubung dengan seluruh terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan mulai dapat melayani perpindahan penumpang atau pengunjung bandara mulai dari Terminal 3 - Terminal 2 – Terminal 1 dan begitupun sebaliknya.

Fasilitas transportasi publik terbaru yaitu kereta berbasis ‘automated guideway transit’ ini akan membuat tingkat pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi lebih baik, khususnya dalam hal transportasi publik untuk mobilisasi antarterminal.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “Melihat perkembangan terkini pada kondisi shelter Teminal 1, 2, 3 dan 1 Lintasan beserta 1 trainset untuk konektivitas kereta layang antar terminal, secara umum seluruhnya sudah siap dan kami sangat optimis fasilitas ini mampu melayani para penumpang dan pengguna jasa secara optimal, terlebih animo dan respond masyarakat sangat positif sekali sejak fasilitas ini dioperasikan.”

“Terkoneksinya kereta layang di setiap terminal merupakan bukti dari komitmen AP II dalam menjawab tantangan pelayanan publik di Indonesia dan sekaligus dalam peningkatan pelayanan secara berkelanjutan pada seluruh layanan publik di bandara agar dapat sejajar dengan bandara-bandara kelas dunia lainnya,” tambah Awaluddin.

Dengan terkoneksinya seluruh shelter tersebut, frekuensi jam operasional kereta layang pun ditambah satu jam pada masing-masing periode yang dimulai dari jam 07.00 -10.00 WIB, kemudian jam 12.00 – 15.00 WIB, dan terakhir pada jam 17.00 – 20.00 WIB. Sehingga kereta layang akan mampu melayani penumpang dan pengunjung bandara dengan total 48 pergerakan per hari dengan waktu tempuh perjalanan antar terminal selama 5 menit.

Selain akan menghubungkan seluruh terminal, pengoperasian kereta layang dengan lintasan dual track dan total panjang seluruh lintasan 3 km ini nantinya juga akan terkoneksi pada integrated building shelter dan stasiun kereta bandara. Sehingga secara total akan ada 4 shelter dalam memudahkan penumpang dan pengunjung bandara yang menggunakan kereta dari Jakarta menuju ke stasiun kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta agar dapat langsung memanfaatkan layanan kereta layang dengan total 3 train set untuk melanjutkan perjalanan ke Terminal 1, 2, atau 3. Pengoperasian kereta layang antar terminal saat ini sementara masih menggunakan lintasan single track sampai dengan rampungnya integrated building shelter dan stasiun kereta bandara yang akan direncanakan pada akhir tahun 2017.

Kereta bandara sendiri dijadwalkan dapat mulai beroperasi pada Desember 2017 dengan rute kereta bandara mulai dari Stasiun Manggarai - Sudirman Baru - Duri - Batu Ceper - Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara kedua di Indonesia yang akan memiliki layanan kereta yang langsung terintegrasi dengan bandara dimana sebelumnya Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara telah lebih dulu mengimplementasikan layanan tersebut pada tahun 2014.