Siaran Pers


BANDUNG – Setelah sukses menggelar Hackathon: Airport Code Race di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero) kembali menggelar ajang serupa di Bandung guna mendukung pengembangan Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Bandara Internasional Husein Sastranegara merupakan salah satu bandara utama yang mendukung pertumbuhan pariwisata di Indonesia khususnya Jawa Barat di mana telah dilakukan berbagai pembangunan infrastruktur dan saat ini tengah disiapkan pengembangan dari sisi teknologi informasi salah satunya melalui digelarnya Hackathon: Airport Code Race tersebut.

Ajang hackathon yang terselenggara atas kerjasama AP II, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Inodnesia (APJII) ini akan menghasilkan aplikasi yang dapat membuat bandara beroperasi secara efisien dan efektif serta maksimal dalam pelayanan kepada penumpang pesawat atau wisatawan mancanegara.

Adapun setelah melalui proses penjurian, terdapat tiga tim pemenang yakni Juara 1 adalah Hastack, kemudian Radya Playground sebagai Juara II dan Dhiva Coder sebagai Juara 3. Ketiga tim tersebut akan memasuki fase inkubasi serta mempresentasikan aplikasinya di depan manajemen AP II.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “Melalui hackathon, aplikasi dapat dikembangkan dalam waktu singkat oleh setiap tim peserta yang berkompetisi di ajang ini. Aplikasi ini  nantinya akan kami gunakan sebagai suatu tools untuk meningkatkan passenger journey experience, terlebih Bandara Internasional Husein Sastranegara merupakan salah satu bandara utama pendukung pertumbuhan pariwisata di Indonesia. Hackathon: Airport Code Race ini merupakan ajang yang tepat untuk memunculkan inovasi di bidang teknologi informasi guna mendukung operasional bandara menjadi lebih baik, oleh karen itu setelah Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara maka kami juga akan menggelar hackathon ini di Sumatra Utara untuk menghadirkan solusi bagi Bandara Internasional Kualanamu."

“AP II juga akan melakukan pembinaan terhadap tim peserta pemenang hackathon ini termasuk diantaranya dimana AP II yang menjadi investornya atau pendampingan untuk mencari investor lain guna mengembangkan lebih lanjut aplikasi yang telah ada,” jelas Muhammad Awaluddin.

Sementara itu Ketua Umum Mastel Kritiono menuturkan, “Hackathon adalah contoh bagus tentang bagaimana developer secara bersama-sama memikirkan solusi dan inovasi terbaik, dengan memodernisasi berbagai aspek yang selama ini tidak tersentuh tanpa melupakan standar-standar yang ada di mana dalam hal ini adalah standar AP II.

Pada semester I/2017 jumlah penumpang di Bandara Internasional Husein Sastranegara mencapai sekitar 1,6 juta penumpang atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,59 juta penumpang.

Adapun sepanjang Januari – Juni 2016 jumlah pergerakan pesawat sebanyak 13.396 pergerakan atau meningkat 7,9% dibandingkan Januari – Juni 2016 yakni 12.412 pergerakan.

Bandara Internasional Husein Sastranegara sendiri telah dilengkapi dengan terminal baru guna melayani penerbangan rute domestik dan luar negeri di mana kapasitas total dapat menampung hingga 3,4 juta penumpang per tahun.

Di samping menggelar Hackathon: Airport Code Race ini, AP II saat ini juga berencana mengimplementasikan konsep Internet of Things (IoT) guna mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki sehingga memperlancar proses bisnis dan menemukan revenue stream baru dari yang sudah ada saat ini.