Siaran Pers


Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meninjau proyek pembangunan runway ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta. persiapkan diri membangunan runway ketiga sebagai salah satu langkah antisipasi untuk mengakomodir peningkatan jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai lebih dari 100 juta penumpang pada tahun 2025.

Proyeksi pertumbuhan jumlah penumpang ini juga dibarengi dengan proyeksi pertumbuhan jumlah pergerakan pesawat. Hal ini mengakibatkan perlunya peningkatan sarana dan prasarana bandar udara, baik dari sisi udara maupun sisi darat.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyampaikan optimismenya terkait pengembangan Bandara Internasional Bandara Internasional Soelarno-Hatta, “Pertumbuhan penumpang pesawat harus bisa dilihat sebagai peluang pertumbuhan perekonomian. Sehingga pembangunan infrastruktur penerbangan baik sisi darat maupun sisi udara harus dipersiapkan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara terbesar di Indonesia perlu menambah runway guna mengakomodir bertambahnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat”, ungkap Jokowi.

Hingga saat ini dengan mengoperasikan dua runway, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat mengakomodir 80+1 pergerakan pesawat terbang per jam. Kehadiran runway ketiga dengan dimensi 3000 x 60 m2 ini diproyeksikan dapat mulai beroperasi pada tahun 2019 untuk mendukung peningkatan pergerakan pesawat mencapai 120 pergerakan per jam.

Memiliki tiga runway tentunya akan memberikan manfaat secara langsung kepada Angkasa Pura II selaku operator Bandara Internasional Soekarno-Hatta.  Sebagai bandara tersibuk di Tanah Air, runway ketiga diyakini akan mampu menambah jumlah rute dan penerbangan sehingga dapat lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata Indonesia.

Menurut Muhammad Awaluddin selaku Presiden Direktur AP II, dengan bertambahnya runway Bandara Internasional Soekarno- Hatta maka akan berdampak besar bagi perusahaan dan memberikan benefit kepada stakeholder AP II, “Bertambahnya fasilitas sisi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan semakin memperkaya pergerakan pesawat yang saat ini sudah padat. Secara operasional tentunya akan memperlancar pergerakan pesawat. Hal ini akan membantu AP II dalam mendukung kelancaran lalu lintas penerbangan. Disamping itu, tentu akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian serta pariwisata Indonesia karena rute-rute penerbangan baru akan semakin terbuka”, jelas Awaluddin.

Pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya runway ketiga membutuhkan investasi sekitar Rp 2 triliun. Pembangunan runway ketiga juga membutuhkan luas lahan mencapai 216 hektare. Dari kebutuhan lahan tersebut, AP II telah memiliki tanah seluas 42,85 hektare sehingga diperlukan pembebasan tanah seluas 173,19 hektare yang dibiayai dengan dana Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 4 triliun. Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga telah memerintahkan Menteri Perhubungan dan Presiden Direktur AP II untuk menyiapkan terminal yang keempat. Hal ini perlu dipersiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang,”Jadi terminal keempat ini harus segera kita persiapkan. Jangan sampai lonjakan penumpang yang sudah diprediksi meningkat hingga 100 juta penumpang nantinya terabaikan. Kita perkirakan 2020 akan dimulai dan saat ini sedangn dalam proses detil engineering design”, tutup Jokowi.

Dengan semakin tumbuh dan berkembangnya bandara yang memiliki daya tampung penumpang terbesar di Indonesia ini maka akan menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta semakin kompetitif, dimana saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga telah dinobatkan sebagai bandara paling terkoneksi di Asia Pasifik dan nomor 7 di dunia.