Siaran Pers


Lingkup kerja petugas airport helper di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan di Bandara Internasional Husein sastranegara Bandung (BDO)  sudah jauh berbeda dibandingkan dengan sebelumnya sebagai porter pengangkut barang bawaan dan bagasi penumpang.

Terhitung sejak September 2017 lalu, airport helper telah menerapkan transformasi pelayanan. Tampak bahwa bidang pekerjaan yang dilakukan tidak hanya membantu proses bagasi penumpang, namun juga harus membantu para penumpang dengan kebutuhan khusus, lansia, dan ibu hamil. Bahkan termasuk membantu proses check in penumpang di bawah umur.

Lebih lanjut, airport helper selalu siap membantu mulai dari penumpang menurunkan bagasi dari kendaraan pribadi, kemudian proses check-in , hingga proses pengambilan bagasi bagi penumpang yang telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan *uga Bandara Internasional Husein sastranegara Bandung.

Menghadapi momen angkutan lebaran ini, airport helper telah dipersiapkan guna memberikan pelayanan optimal kepada para pemudik yang menggunakan jasa kebandarudaraan. Tidak kurang dari 538 airport helper telah disiapkan oleh Angkasa Pura II. Mereka tersebar diseluruh Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Husein sastranegara Bandung, ditempatkan pada beberapa titik penurunan serta penjemputan penumpang.

President Director Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan,”Kami selalu melakukan evaluasi secara berkala terkait produk-produk pelayanan yang kami berikan. Termasuk layanan airport helper. Khususnya pada momen Hari Raya tahun ini, kami telah menyebar petugas airport helper di masing-masing terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Husein sastranegara dengan rincian Terminal 1 CGK sebanyak 136 helper , Terminal 2 CGK sebanyak 199 helper , Terminal 3 CGK sebanyak 171 helper dan Terminal BDO sebanyak 32 helper . Jumlah petugas saat ini diharapkan mampu memberikan kelancaran arus mudik lebaran di bandara”, jelas Awaluddin.

Untuk lebih meningkatkan performansi dari masing-masing airport helper, AP II juga membekali aplikasi khusus untuk memantau kinerja di lapangan yg dinamakan OTHON (Operation Terminal Helper On Network). Aplikasi ini digunakan untuk mengevaluasi dan menilai masing-masing airport helper yang sedang bertugas. Disamping itu, melalui aplikasi OTHON ini, supervisor airport helper juga dapat mengidentifikasi kepadatan penumpang dan mengetahui titik-titik lokasi yang membutuhkan pelayanan airport helper . Hal ini mampu memberikan efisiensi kerja dan ketepatan distribusi airport helper  di lapangan.

Awaluddin menambahkan, ”Aplikasi OTHON ini mampu meningkatkan kinerja tim operasional bandara dalam memantau airport helper . Tidak hanya berfungsi sebagai pemberi rating kinerja perorangan serta menemukan titik-titik yang perlu dijaga helper , aplikasi ini juga berfungsi sebagai daftar untuk absen helper ketika mulai hingga selesai bekerja. Bagi helper yang berkinerja baik tentu akan ada apresiasi dari perusahaan”, tutup Awaluddin.

Platform aplikasi OTHON kedepannya juga akan digunakan juga untuk mengevaluasi  layanan-layanan  terminal lainnya seperti pelayanan trolley collector dan juga layanan golf car assistant yg nantinya juga akan dikembangkan untuk mengevaluasi kinerja Aviation Security AP II. Hal ini selaras dengan visi AP II yaitu menjadi "The Best Smart Connected Airport Operator in The Region".

Layanan airport helper ini akan diimplementasikan juga diseluruh cabang AP II dan nantinya akan dikembangkan menjadi layanan integrated passenger service yaitu pada pre-journey dan juga post-journey. Nantinya airport helper akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu "on request" dan "without request". Untuk kategori "on request" airport helper akan dapat dipesan dari "Indonesia Airport Apps", sehingga penumpang dapat merencanakan untuk bisa menggunakan layanan ini sebelum tiba dibandara.  AP II akan selalu berinovasi untuk terus memberikan pelayanan yg terbaik bagi seluruh pelanggan di semua bandara AP II.