Siaran Pers


Jakarta - Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih penghargaan sebagai Bandara Terbaik versi Majalah Bandara pada Jum’at, 7 Desember 2018. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyisihkan sebanyak 103 bandara (105 Terminal), terdiri dari 13 bandara Angkasa Pura I, 15 bandara Angkasa Pura II, dan 75 bandara Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I, II, III dan Bandara Khusus yang melayani Penerbangan Perintis.

Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), dinilai terpisah untuk masing-masing terminalnya, karena mempertimbangkan jumlah pergerakan penumpang yang besar. Berdasarkan hasil keseluruhan, Dewan Juri menetapkan 20 bandara peraih penghargaan Bandara Award 2018 termasuk Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

President Director Angkaaa Pura II, Muhammad Awaluddin menyatakan, “Meskipun predikat Bandara Terbaik telah diraih oleh T3, tapi peningkatan fasilitas pelayanan dan infrastruktur akan terus dilakukan.”

Peningkatan fasilitas infrastruktur serta pelayanan terus dilakukan khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, beberapa diantaranya adalah Revitalisasi Terminal 1 & Terminal 2, Pembangunan east-cross taxiway dan Runway ketiga untuk meningkatkan kapasitas di sisi udara dan juga di sisi darat.

Kedepannya Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengusung konsep Smart Connected Airport dimana nantinya terminal-terminalnya akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas State of the Art Technology yang meliputi konsep Smart Mobility, Smart Security dan Smart Environment. Untuk fasilitas konsep Smart Mobility akan meningkatkan Airport Digital Journey Experience dari para penumpang seperti otomatisasi dari Skytrain dimana nanti di 2019 akan driverless serta peningkatan tunggu (headway) menjadi hanya 5 menit, implementasi self check-in counterself-baggage drop, self boarding gate, penggunaan Internet of Things (IOT) dan fasilitas lainnya dimana flow proses-proses para penumpang di bandara dapat dilakukan secara mandiri.

Dari sisi operasional, pengoperasian penuh dari Airport Operation Control Center (AOCC) dengan konsep Airport Collaboration Decision Making (ACDM) sebagai wadah koordinasi antar stakeholder bandara meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional bandara serta Penggunaan Full Body Scanner X-Ray merupakan beberapa fasilitas dengan konsep Smart Security yang nantinya akan hadir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sedangkan untuk konsep Smart Environment akan mengusung konsep Ecogreen Airport dengan Intelligent Building Management System (IBMS), penggunaan bus listrik serta penggunaan solar panel yang mendukung penggunaan energi baru dan terbarukan. Konsep Smart Connected Airport selaras dengan konsep Industry 4.0 yang dicanangkan pemerintah yang mengusung otomasi serta Internet of Things (IoT).