COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • AP II Terbitkan Dokumen Final untuk Proposal Calon Mitra Bandara Kualanamu

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

AP II Terbitkan Dokumen Final untuk Proposal Calon Mitra Bandara Kualanamu

16 Jul 2020

JAKARTA, investor.id – PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menerbitkan final request for proposal (RfP) kepada calon mitra strategis untuk Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Final RfP itu diterbitkan pada 14 Juli 2020 sekaligus mengamendemen, merevisi, dan memperbarui RfP yang dikeluarkan pada 10 Februari 2020 dan pada 3 Juni 2020.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, melalui final RfP ini, AP II mengundang calon mitra strategis untuk mengikuti proses lelang dalam kerja sama pengelolaan operasi dan pengembangan Bandara Kualanamu.

"Nantinya, AP II dan mitra strategis akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi yang menjadi pengelola Bandara Kualanamu. AP II menguasai 51% saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara mitra strategis 49%," kata Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (16/7).

Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan bersama mitra strategis akan berperan dalam melakukan investasi, mengembangkan, meningkatkan fasilitas, hingga mengoperasikan serta melakukan pemeliharaan Bandara Internasional Kualanamu dalam jangka waktu 25 tahun.

AP II, lanjut Awaluddin, mencari mitra strategis berkelas global untuk bersama-sama memajukan dan mempercepat pengembangan Bandara Internasional Kualanamu.

“Bersama mitra strategis, kami yakin Bandara Kualanamu dapat membangun jaringan penerbangan yang kuat untuk memposisikan sebagai international hub di bagian barat Indonesia dengan berbagai infrastruktur pendukung,” ujar Muhammad Awaluddin.

Lebih dari itu, tambah dia, kelebihan skema kemitraan strategis ini dapat mendatangkan foreign direct investment (FDI) ke Indonesia, terdiri dari komitmen capital expenditure dan upfront payment dari mitra strategis.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Strategic Portfolio AP II Armand Hermawan mengatakan bahwa pengumuman  preferred bidders akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2020.

“AP II menjadi pemegang 51% saham di PT Angkasa Pura Aviasi sehingga tetap memegang kendali penuh terkait dengan pengembangan dan pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu,” jelas Armand Hermawan.

Dia menuturkan, pengembangan yang akan dilakukan oleh AP II dan mitra strategis di Bandara Kualanamu, antara lain peningkatan kapasitas penumpang dari saat ini 9 juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun (tahap I), 30 juta penumpang per tahun (tahap II), dan 42 juta penumpang per tahun (tahap III). Adapun total hingga tahap III, capex yang dibutuhkan untuk pengembangan sebesar Rp12 triliun.

“Pada pengembangan tahap I, belanja modal (capital expenditure/capex) yang dibutuhkan sekitar Rp3 triliun, di mana 49% atau sekitar Rp1,4 triliun menjadi kewajiban mitra strategis,” ujar Armand Hermawan.

Selain perluasan kapasitas terminal, terang Armand, pengembangan Bandara Kualanamu juga mengarah ke konsep aerotropolis dengan berbagai gedung komersial di atas lahan 200 hektare antara lain theme park, logistic park, factory outlet, maintenance repair overhaul (MRO) facility, serta komplek perdagangan.

Sumber : Investor Daily