COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Bandara-bandara PT Angkasa Pura II Operasikan Mesin Otomatis Penyemprot Cairan Disinfektan ke Bagasi Tercatat, Trolley dan Nampan X-ray

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Bandara-bandara PT Angkasa Pura II Operasikan Mesin Otomatis Penyemprot Cairan Disinfektan ke Bagasi Tercatat, Trolley dan Nampan X-ray

05 Apr 2020

Jakarta –  Bandara-bandara PT Angkasa Pura II (Persero) mengoperasikan mesin otomatis penyemprot cairan disinfektan (disinfectant chambers) ke bagasi tercatat, trolley di terminal penumpang pesawat, serta nampan di pemeriksaan security check point.

Bagasi tercatat dimaksud adalah tas, kopor atau barang bawaan lainnya milik penumpang yang dimasukkan ke lambung pesawat. Setelah diturunkan dari pesawat, bagasi itu diletakkan di conveyor belt di break down area, untuk melewati disinfectant chamber. Kemudian dengan conveyor belt yang sama bagasi menuju area pengambilan bagasi (baggage claim) di terminal penumpang.

Sementara itu di dalam terminal penumpang, disinfectant chamber didesain sedemikian rupa agar petugas dapat memasukkan trolley guna dilakukan pembersihan terhadap virus-virus.

Disinfectant chamber juga digunakan untuk membersihkan nampan yang menjadi wadah barang bawaan penumpang untuk masuk ke mesin x-ray ketika menjalani pemeriksaan di security check point 1 dan 2 (SCP 1 dan 2).

VP of Corporate Communications PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan pengoperasian mesin otomatis disinfectant chamber ini merupakan salah satu inovasi dan upaya perseroan menimalisir penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Penyemprotan dengan cairan disinfektan diharapkan membersihkan atau menghilangkan virus di bagasi tercatat, trolley dan nampan x-ray. Di atas itu, kami tetap mengkampanyekan agar mencuci tangan setelah menyentuh setiap barang, karena cara paling efektif adalah memang mencuci tangan dengan benar.”

Yado Yarismano mengatakan disinfectant chamber ini dulunya dipakai bagi traveler dan pekerja bandara dan sekarang seluruhnya dialihkan khusus digunakan untuk penyemprotan ke bagasi, trolley dan nampan x-ray.

“Seperti kita ketahui bilik disinfektan bagi manusia kini tidak disarankan oleh WHO dan bahkan dilarang Kementerian Kesehatan. Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II berinovasi untuk mengalihkan seluruh penggunaannya menjadi khusus untuk penyemprotan disinfektan ke bagasi, trolley dan nampan x-ray. Kami berharap inovasi ini dapat menjaga kenyamanan dan ketenangan penumpang pesawat,” ujar Yado Yarismano.

Selain penyemprotan disinfektan ke bagasi tercatat, PT Angkasa Pura II secara rutin juga melakukan penyemprotan di area terminal penumpang pesawat, area publik, area perkantoran, transportasi publik dan sisi udara di bandara-bandara yang dikelola perseroan.

Penyemprotan dilakukan oleh petugas sprayer menggunakan cairan disinfektan yang mampu membersihkan virus dari benda mati.

“Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di seluruh area di 19 bandara PT Angkasa Pura II, termasuk ke titik-titik atau benda yang mungkin sering dipegang oleh traveler atau pengunjung bandara. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar upaya pencegahan penyebaran COVID-19 ini berjalan lancar,” ujar Yado Yarismano.

PT Angkasa Pura II saat ini mengelola 19 bandara yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Bandara-bandara tersebut adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Kertajati (Majalengka), Radin Inten II (Lampung), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).

Kemudian Depati Amir (Pangkal Pinang), Sultan Thaha (Jambi), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Internasional Banyuwangi, Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Padang), Supadio (Pontianak), Silangit (Tapanuli Utara), Kualanamu (Deli Serdang) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya).