COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • SE 09/2020 Terbit: Traveler Fleksibel Atur Perjalanan, Penerbangan di Bandara PT Angkasa Pura II Bergairah

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

SE 09/2020 Terbit: Traveler Fleksibel Atur Perjalanan, Penerbangan di Bandara PT Angkasa Pura II Bergairah

28 Jun 2020

Soekarno-Hatta dukung kelancaran fase recovery dengan sediakan vending machine APD


Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menetapkan setiap penumpang pesawat harus menunjukkan hasil rapid test dan PCR test yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan. 

Ketentuan ini tercantum di dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No. 09/2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 07/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19. 

Adapun ketentuan sebelumnya yang tercantum pada Surat Edaran 07/2020, rapid test berlaku 3 hari pada saat keberangkatan dan PCR test berlaku 7 hari pada saat keberangkatan. 

“Ketentuan baru saat ini mengatur bahwa rapid test dan PCR test berlaku 14 hari pada saat keberangkatan dengan pesawat. Masyarakat memiliki waktu lebih untuk melakukan pengecekan dengan rapid test dan PCR test.”

Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II optimistis lalu lintas penerbangan akan meningkat. 

“Traveler dapat mengatur waktu dengan lebih fleksibel, dan kami perkirakan peningkatan lalu lintas penerbangan dapat meningkat mulai Juli 2020. PT Angkasa Pura II juga menetapkan bulan Juli sebagai fase recovery [pemulihan] di tengah pandemi global COVID-19.”

“Kami prediksi jumlah penumpang di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II pada Juli 2020 dapat meningkat berkisar 20-25% dibandingkan dengan Juni 2020,” ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun pada Juni 2020, lalu lintas pesawat di 19 bandara perseroan sebanyak 500 – 550 pergerakan/hari dan jumlah penumpang mencapai 25.000 – 30.000 penumpang/hari. 

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan peningkatan lalu lintas penerbangan diperkirakan sebagian besar ada di Soekarno-Hatta sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia. 

Konektivitas antara Soekarno-Hatta dengan bandara-bandara lain di berbagai wilayah di Indonesia akan dibuka kembali. Begitu juga dengan frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah aktif, diyakini akan semakin meningkat. 

“Soekarno-Hatta merupakan hub bagi penerbangan domestik yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota lain di Indonesia. Karena itu di fase recovery bulan depan, rute-rute domestik kami perkirakan akan kembali aktif,” jelas Muhammad Awaluddin. 

Konsisten penuhi protokol kesehatan
PT Angkasa Pura II berkomitmen untuk menjalankan prosedur guna menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi ini selalu dapat dipatuhi oleh setiap pihak. 

Pemeriksaan dokumen masih diberlakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) dan maskapai di bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II.

“Stakeholder penerbangan harus secara konsisten dan disiplin menjalankan prosedur untuk memenuhi protokol kesehatan. Seluruh stakeholder mulai dari PT Angkasa Pura II, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan, maskapai, traveler, dan lainnya termasuk operator angkutan publik kereta dan darat harus konsisten terhadap protokol kesehatan,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Di sisi lain, guna membantu traveler dapat memenuhi protokol kesehatan, bandara-bandara PT Angkasa Pura II menyiapkan sejumlah fasilitas antara lain vending machine alat pelindung diri (APD) dan tempat melakukan rapid test. 

Vending machine sudah terdapat di Soekarno-Hatta yang menyediakan masker, hand sanitizer dan tissue basah selama 24 jam. Proses pembelian pun dapat dilakukan menggunakan uang elektronik. 

Ke depannya, vending machine ini juga akan disiapkan di bandara-bandara perseroan lainnya. 

Sementara itu fasilitas bagi traveler untuk melakukan rapid test di bandara PT Angkasa Pura II dioperasikan oleh Holding BUMN Farmasi. Ini dapat semakin memudahkan traveler, karena dapat melakukan rapid test di hari yang sama dengan jadwal keberangkatan. 

“Selain persiapan guna mendukung protokol kesehatan dipenuhi, kami juga melakukan persiapan terkait dengan angkutan publik di fase recovery bulan depan. Misalnya di Soekarno-Hatta, mulai 1 Juli 2020 Kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah beroperasi kembali,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Mulai Juli 2020, Kereta Bandara Soekarno-Hatta beroperasi menyediakan akses dari bandara ke pusat kota Jakarta dengan jumlah perjalanan mencapai 50 perjalanan per hari, dan maksimal penumpang adalah 70% dari kapasitas kursi. Seluruh penumpang juga harus menjalani protokol kesehatan sebelum menaiki kereta dan selama perjalanan berlangsung. 

Melalui berbagai persiapan yang dilakukan, PT Angkasa Pura II optimistis fase recovery dapat tetap mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi.