COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Misi PT Angkasa Pura II Dukung Penuh UMKM: Beri Diskon 50% Biaya Sewa di Bandara dan Siapkan Program Khusus Pengadaan Barang dan Jasa

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Misi PT Angkasa Pura II Dukung Penuh UMKM: Beri Diskon 50% Biaya Sewa di Bandara dan Siapkan Program Khusus Pengadaan Barang dan Jasa

15 Aug 2020

Menteri BUMN dan Menteri Koperasi dan UKM menandatangani MoU untuk mendukung pengembangan UMKM


Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) berkomitmen mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. 

Adapun kemarin, 14 Agustus 2020, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Pengembangan dan Pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Pelaksanaan penandatanganan itu juga dihadiri oleh President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan beberapa Direktur Utama BUMN lainnya. 

Di dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bandara-bandara PT Angkasa Pura II diharapkan dapat mendukung perluasan akses pemasaran produk UMKM dengan menyediakan ruang usaha yang lebih murah. 

Sejalan dengan itu Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan operator bandara telah melakukan persiapan guna mendukung hal tersebut. 

“Sejak awal untuk peran UKM di bandara saya telepon Pak Awaluddin [President Director PT Angkasa Pura II]. Jadi yang disampaikan Pak Teten itu sama dengan pembicaraan saya dengan Pak Awaluddin,” jelas Menteri BUMN. 

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan akan memberikan dukungan ruang usaha bagi UMKM dengan tarif sewa lebih murah 50% dari biaya normal.

“Setelah MoU ditandatangani oleh Menteri BUMN dan Menteri Koperasi & UKM, kemudian langkah selanjutnya adalah akan ada MoU antara PT Angkasa Pura II dengan Kementerian Koperasi & UKM untuk membahas lebih detail mengenai area komersial atau ruang usaha bagi UMKM di bandara-bandara PT Angkasa Pura II,” ujar Muhammad Awaluddin. 

“Kami siapkan hampir 100 ruang usaha bagi UMKM di 19 bandara. Nilai sewa khusus bagi UMKM adalah 50% dari biaya normal. Untuk poin-poin lainnya akan dibahas lebih detail setelah adanya MoU antara PT Angkasa Pura II dan Kementerian Koperasi & UKM,” jelas Muhammad Awaluddin. 

Sebanyak hampir 100 ruang usaha yang disiapkan bagi UMKM itu antara lain terdapat di Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu (Deli Serdang). 

Capex ke UMKM
Di dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan Kementerian BUMN dalam waktu dekat akan meluncurkan program PaDi (Pasar Digital) untuk mendukung UMKM agar dapat ikut dalam pengadaan belanja modal BUMN untuk sejumlah kategori pekerjaan dengan nilai Rp250 juta hingga Rp14 miliar. 

“Kita akan luncurkan program PaDi bagi UMKM di mana program ini sangat riil karena kita memberikan kesempatan UMKM supaya bisa menyerap capex daripada BUMN. Kita memulai dari 8 jenis pekerjaan apakah catering, alat berat dan lain-lainnya,” jelas Menteri BUMN. 

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan mendukung penuh program PaDi Kementerian BUMN. 

“Tender pekerjaan senilai Rp250 juta sampai Rp14 miliar akan pindah porsinya ke UMKM. Kami akan menata jenis pekerjaan mana saja yang esuai dengan program PaDi Kementerian BUMN, dapat dipindahkan ke pelaku UMKM,” jelas Muhammad Awaluddin. 

Adapun PT Angkasa Pura II saat ini mengelola Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Minangkabau (Padang).