COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Penerbangan Rute Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Makin Sibuk

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Penerbangan Rute Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Makin Sibuk

04 Nov 2020

Pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta sentuh angka psikologis baru 600 penerbangan/hari pada awal November


Jakarta – Penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta  akan semakin sibuk pada Kuartal IV/2020.

Sinyal tersebut sudah terlihat pada Oktober yang merupakan bulan pertama Kuartal IV/2020, di mana jumlah penumpang penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 77.853 orang atau rata-rata sekitar 2.500 orang/hari. 

Di bulan yang sama, 5 maskapai pengangkut penumpang rute internasional terbanyak adalah Garuda Indonesia (12.020 orang), Qatar Airways (9.427 orang), Emirates (8.757 orang), Turkish Airlines (5.494 orang) dan China Airlines (4.948 orang). 

Adapun rute internasional tersibuk pada Oktober 2020 adalah dari dan ke Doha (9.427 orang), Dubai (8.757 orang), Taipei (6.281 orang), Seoul (5.884 orang) dan Istanbul (5.494 orang). 

Sementara itu, pada September 2020 rute tersibuk adalah dari dan ke Doha (9.074 orang), Dubai (6.456 orang), Taipei (5.278 orang), Seoul (5.259 orang) dan Kuala Lumpur (4.913 orang). 

Apabila dilihat, total jumlah penumpang di 5 rute tersibuk Oktober 2020 sebanyak 35.843 orang atau meningkat 13,56% dibandingkan dengan jumlah penumpang 5 rute tersibuk September 2020.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan penerbangan internasional sepanjang tahun ini di tengah pandemi didominasi oleh penerbangan repatriasi WNI dan angkutan logistik. 

“Penerbangan internasional di Indonesia saat ini di tengah pandemi mungkin bisa dibilang terfokus di Bandara Soekarno-Hatta untuk kepentingan pemulangan WNI, angkutan logistik, perjalanan kedinasan, diplomatik dan sebagainya. Sejalan dengan itu PT Angkasa Pura II memastikan kelancaran setiap operasional di Bandara Soekarno-Hatta guna mendukung penerbangan dan menjaga konektivitas internasional Indonesia." 

“Bandara Soekarno-Hatta saat ini juga mendukung Travel Corridor Arrangement [TCA] antara Indonesia dengan 4 negara yaitu Uni Emirat Arab, Korea Selatan, China dan Singapura. Penerapan TCA ini mampu meningkatkan jumlah penumpang namun tetap dilakukan dengan pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi,” ujar Muhammad Awaluddin. 


Adapun di tengah pandemi ini operasional proses kedatangan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26/2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. 

“PT Angkasa Pura II dan stakeholder seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan [KKP Kemenkes] dan Imigrasi melakukan persiapan, meyiapkan fasilitas dan menetapkan prosedur alur kedatangan penumpang untuk memenuhi ketentuan di dalam Permenkumham Nomor 26/2020. Persiapan yang sama dilakukan juga untuk mendukung pemberlakukan TCA,” ujar Muhammad Awaluddin.

Penerbangan di awal November
Sementara itu pada 1 – 3 November 2020, Bandara Soekarno-Hatta juga mencatatkan jumlah penerbangan membentuk angka psikologis baru. 

Jumlah penerbangan rute domestik ditambah rute internasional pada 1 November mencapai 684 penerbangan, kemudian pada 2 November sebanyak 622 penerbangan, lalu pada 3 November tercatat 608 penerbangan. 

“Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tiga hari berturut-turut pada awal November ini membentuk angka psikologis baru yakni 600 penerbangan/hari, melewati sebelum-sebelumnya yakni di angka 500 penerbangan/hari. Kami berharap tren ini akan terus meningkat hingga akhr tahun,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara PT Angkasa Pura II lainnya saat ini menerapkan protokol kesehatan melalui Biosafety dan Biosecurity Management guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan nasional.