COVID019
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • GeNose C19 Diuji Coba di Bandara PT Angkasa Pura II, Ini Evaluasinya

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

GeNose C19 Diuji Coba di Bandara PT Angkasa Pura II, Ini Evaluasinya

29 Mar 2021

Dua bandara gunakan GeNose C19 untuk tes COVID-19 bagi traveler mulai 1 April 2021


Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) tengah melakukan uji coba GeNose C19 untuk tes COVID-19 di dua bandara yaitu Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Tujuan utama dari uji coba adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas dan proses pelaksanaan dalam implementasi GeNose C19 sebagai alat tes COVID-19 bagi calon penumpang pesawat.  

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan uji coba berjalan lancar melibatkan lebih dari 100 pekerja bandara setiap harinya.

“Pada tahap uji coba, GeNose C19 ini belum digunakan untuk tes COVID-19 bagi calon penumpang pesawat melainkan kami melakukan simulasi di lapangan dengan melakukan tes bagi sekitar 100 pekerja di bandara.”

Adapun uji coba GeNose 19 di Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dilakukan  22 s.d 26  Maret 2021, sementara di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) dimulai pada 26 s.d 28 Maret 2021.

Dari uji coba diketahui sejumlah masukan untuk melakukan persiapan penggunaan GeNose C19 bagi calon penumpang pesawat. 

Salah satunya terkait alur pelaksanaan tes GeNose C19, di mana setiap traveler nantinya harus melakukan registrasi dan memesan/booking tes di aplikasi Farmalab, lalu masuk ke area tes di bandara, mengambil nomor antrean dan menuju ruang tunggu, melakukan tes, kemudian menunggu hasil tes di ruang tunggu. 

Rangkaian tersebut berdurasi sekitar 10 menit, dari pertama kali mengunduh aplikasi Airport Health Center hingga hasil tes keluar. 

Muhammad Awaluddin menuturkan dari uji coba ini diketahui secara garis besar ada 3 proses yang harus dilalui bagi setiap orang yang menjalani tes GeNose C19, yaitu pre-process (download dan sign up aplikasi Airport Health Center, verifikasi email, mengisi profil di aplikasi, memesan/booking tes dan melakukan pembayaran), lalu on-process (verifikasi & pemberian kantong napas, pengambilan sampel napas, scan QR code data & kantung nafas, analisa sampel napas), serta post-process (hasil tes keluar di aplikasi). 

“Pelaksanaan tes GeNose C19 di bandara-bandara AP II didukung dengan aplikasi agar pelaksanaan tes dapat lebih teratur secara administrasi dan berjalan lancar. Setiap traveler yang ingin melakukan tes GeNose C19 harus melakukan pemesanan/booking terlebih dahulu melalui aplikasi,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Sebagai langkah antisipasi apabila penumpang pesawat tidak memiliki smartphone, AP II akan menyediakan help desk untuk melakukan pelayanan. 

Pelaksanaan uij coba  juga untuk mengetahui berbagai prosedur terbaik untuk diterapkan misalnya terkait dengan penanganan limbah medis GeNose C19 serta prosedur bagi calon penumpang dengan hasil negatif dan hasil positif.

Diterapkan 1 April 2021
Setelah uji coba berjalan lancar dan merumuskan sejumlah prosedur, Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang) siap menerapkan tes GeNose C19 bagi calon traveler pada 1 April 2021. 

Berdasarkan jumlah bilik dan kapasitas mesin GeNose C19, di Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dapat melayani sekitar 400 orang/hari untuk tes GeNose C19, sementara itu di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) sekitar 700 orang/hari. 

Adapun berdasarkan Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 12 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi COVID-19, tercantum: Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandar udara sebelum keberangkatan sebagai syarat persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia. 

“Pada tahap awal, penerapan GeNose C19 pada 1 April 2021 di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Setelah itu, bertahap diterapkan di bandara-bandara lain yang dikelola perseroan,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Muhammad Awaluddin menuturkan, “Sesuai SE Nomor 12/2021, tes GeNose C19 salah satu alternatif tes COVID-19, selain rapid test antigen dan PCR test. Kami memperkirakan, pada tahap awal ini jumlah penumpang pesawat yang menggunakan tes GeNose C19 bisa mencapai sekitar 10% hingga 15% dari total penumpang pesawat yang berangkat.”

Implementasi dan pelaksanaan GeNose C19 di bandara AP II nantinya juga akan mematuhi peraturan dari Kementerian Perhubungan.

Operasional tes GeNose C19 nantinya akan dilakukan mitra usaha yang berkompeten seperti misalnya Farmalab.

<<<<<<< HEAD
=======
>>>>>>> fc0155626c871f54f891837170193e8216d30b5e