COVID019
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Sektor Angkutan Kargo di Bandara AP II Tahan Banting, Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Sektor Angkutan Kargo di Bandara AP II Tahan Banting, Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

06 Feb 2022

AP II tahun ini lakukan transformasi layanan kargo lewat pengembangan Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kertajati

Jakarta - Kargo udara menjadi sektor yang mampu bertahan dan bergeliat di tengah pandemi COVID-19. 

Di seluruh bandara PT Angkasa Pura II, secara kumulatif volume angkutan kargo pada 2021 mencapai 859.330 ton atau meningkat sekitar 20,53% dibandingkan dengan 2020 sebanyak 712.990 ton. 

Bandara Soekarno-Hatta menjadi yang paling banyak melayani angkutan kargo di mana pada 2021 tercatat 702.787 ton, atau 81,78% dari total volume angkutan kargo di seluruh bandara AP II yang berjumlah 20 bandara.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan angkutan kargo menjadi salah satu penopang sektor angkutan udara yang tengah menghadapi tantangan pandemi COVID-19. 

“Lalu lintas penerbangan di bandara AP II secara umum masih terdampak pandemi, di mana memang kita semua harus membatasi perjalanan jarak jauh guna bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19. Di sisi lain, angkutan khusus kargo tetap mencatatkan kinerja positif karena dipicu tumbuhnya e-commerce.”

“Tumbuhnya angkutan kargo ini juga didorong kesiapan bandara-bandara AP II dalam menangkap peluang yang ada di sektor kargo, serta kolaborasi yang erat dengan seluruh stakeholder sehingga seluruh bandara AP II siap merespons ada permintaan,” jelas Muhammad Awaluddin. 

Sejalan dengan masih tumbuhnya angkutan kargo, Muhammad Awaluddin menuturkan sejumlah maskapai penumpang bahkan mengoperasikan pesawat penumpang untuk khusus mengangkut kargo. 

“Ada maskapai yang mengoperasikan pesawat penumpang untuk khusus mengangkut kargo. Kargo yang diangkut di penerbangan bisa dimuat di kabin atau di lambung pesawat,” ungkap Muhammad Awaluddin. 

Tren positif angkutan kargo ini juga terjadi di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. 

Pada 22 Desember 2021, maskapai khusus kargo yakni Asia Kargo Airlines yang dulu dikenal dengan Tri MG Airlines melakukan penerbangan perdana khusus kargo di Bandara Kertajati. Maskapai tersebut akan melakukan total 40 penerbangan dengan muatan tonase sekitar 500 ton per bulan di Bandara Kertajati, di mana ke depannya ditargetkan muatan dapat mencapai 1.000 ton per bulan untuk general cargo. 

Muhammad Awaluddin menuturkan AP II akan mendorong bandara-bandara lainnya untuk dapat memaksimalkan potensi di sektor angkutan kargo, termasuk salah satunya adalah melihat peluang layanan angkutan kargo menggunakan drone. 

Pengembangan Cargo Village
Melihat kinerja positif sepanjang 2021 di tengah pandemi, AP II optimistis angkutan kargo kembali tumbuh pada 2022. 

Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan memproyeksikan angkutan kargo pada 2022 dapat mencapai lebih dari 1 juta ton atau naik sekitar 23% dibandingkan dengan 2021. 

“Guna mencapai target tersebut, tentunya bandara-bandara AP II harus memastikan keandalan layanan dan fasilitas dalam penanganan angkutan kargo serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Adapun sebagai upaya membawa pengelolaan kargo menjadi lebih baik, AP II pada tahun ini juga akan membangun kawasan Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kertajati. 

Saat ini AP II bersama-sama Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau dikenal juga dengan Indonesia Investment Authority (INA), yang merupakan sovereign wealth fund asal Tanah Air, tengah mempersiapkan proses tender untuk kemitraan strategis guna pengembangan Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta. 

“Cargo Village ini menandakan transformasi layanan kargo di Indonesia akan turut meningkatkan daya saing Bandara Soekarno-Hatta di tingkat regional dan global. Cargo Village Bandara Soekarno-Hatta dilengkapi dengan state of the art technology dan menandakan dimulainya era baru dan modern dalam pelayanan kargo udara di Indonesia,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Pengembangan Cargo Village Bandara Soekarno-Hatta dilakukan di atas lahan seluas 90 hektare atau tiga kali lipat dari terminal kargo eksisting. Kapasitas Cargo Village ini dapat menangani 1,5 juta - 2,2 juta ton kargo per tahun, atau jauh dari kapasitas terminal kargo eksisting yang ada sekarang yaitu 700.000 ton per tahun. Digitalisasi juga diterapkan di setiap lini Cargo Village guna mempermudah dan mempercepat berbagai proses. 

Adapun kawasan Cargo Village juga akan dibangun di Bandara Kertajati, di mana langkah ini sejalan dengan fokus pengembangan Bandara Kertajati untuk menjadi pusat layanan kargo dan sebagai pusat perawatan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO).