COVID019
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Geliat Angkutan Kargo di Bandara Kertajati, Ramai-ramai Maskapai Bertahap Operasikan Freighter dan Buka Rute Internasional

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Geliat Angkutan Kargo di Bandara Kertajati, Ramai-ramai Maskapai Bertahap Operasikan Freighter dan Buka Rute Internasional

11 Mar 2022

Menhub resmikan penerbangan perdana Trigana Air 8 Maret 2022, menyusul Asia Cargo yang telah beroperasi sejak Desember 2021

Jakarta - PT Angkasa Pura II mendorong Bandara Kertajati untuk semakin optimal dalam berkontribusi mendukung perekonomian Jawa Barat.

Bandara Kertajati sendiri saat ini tengah disiapkan untuk menjadi pusat kegiatan logistik, pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair & Overhaul/MRO) serta melayani embarkasi dan debarkasi haji dan umroh. 

Sejalan dengan hal ini, AP II fokus pada peningkatan lalu lintas penerbangan untuk maskapai kargo di Bandara Kertajati. 

Terbaru, maskapai Trigana Air resmi mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter) untuk mengangkut kargo dari dan ke Bandara Kertajati mulai 8 Maret 2022. Penerbangan perdana Trigana Air ini diresmikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

“Ini suatu gebrakan yang baik. Meski masih di tengah pandemi, sekarang setiap hari ada penerbangan di Kertajati. Bahkan pada hari tertentu ada dua kali penerbangan kargo yang terisi penuh,” jelas Menhub.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan angkutan kargo menjadi sektor yang masih terus bertumbuh di tengah pandemi COVID-19.

“Sektor penerbangan secara umum masih terdampak pandemi COVID-19, khususnya untuk angkutan penumpang. Sementara itu, untuk angkutan kargo masih mengalami peningkatan. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan bersama AP II dan seluruh stakeholder, fokus menyiapkan Bandara Kertajati sebagai pusat kegiatan logistik termasuk pengembangan angkutan kargo,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Adapun operasional Trigana Air menyusul maskapai Asia Cargo yang telah membuka rute penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati sejak Desember 2021. 

Muhammad Awaluddin menuturkan beroperasinya dua maskapai khusus mengangkut kargo ini menandakan Bandara Kertajati memiliki daya tarik bagi sektor logistik nasional. 

“Geliat angkutan kargo mulai terlihat di Bandara Kertajati seiring dengan beroperasinya dua maskapai yang khusus mengangkut kargo,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Direktur Komersial Trigana Air Daniel Kurniawan mengatakan potensi angkutan kargo di Bandara Kertajati sangat baik karena lokasi yang strategis. Saat ini Trigana Air melayani penerbangan kargo di rute domestik.

Plt. EGM Bandara Kertajati Nuril Huda mengatakan penerbangan kargo di Bandara Kertajati dilayani setiap hari atau daily.

“Trigana Air melayani penerbangan setiap hari atau daily, sebanyak dua flight per hari.  Sementara itu, Asia Cargo melayani penerbangan pada Selasa dan Sabtu masing-masing satu flight per hari,” jelas Nuril Huda.

Dia menuturkan kapasitas angkut setiap pesawat kargo untuk satu kali penerbangan adalah 15 ton untuk berbagai tujuan. Adapun jenis kargo yang diangkut sebagian besar adalah barang/produk dari e-commerce. 

Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat Muhamad Singgih mengungkapkan dalam waktu dekat kemungkinan besar akan ada tambahan penerbangan khusus kargo lagi di Bandara Kertajati untuk rute internasional. 

"Saat ini penerbangan kargo untuk rute domestik dan akan ada penerbangan rute internasional," ujar Muhamad Singgih.

Pertumbuhan e-commerce memang menjadi salah satu pendorong peningkatan volume angkutan kargo di bandara-bandara AP II. Pada 2021, volume angkutan kargo di bandara-bandara AP II secara kumulatif mencapai 859.330 ton atau naik sekitar 20,53% dibandingkan dengan 2020 sebanyak 712.990 ton. 

AP II sendiri tengah menyiapkan pengembangan kawasan Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kertajati guna mengoptimalkan potensi yang ada di sektor angkutan kargo.