COVID019
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Rasakan Internet 5G Tercepat Dunia di Bandara Soekarno-Hatta, Apa Kata Traveler?

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Rasakan Internet 5G Tercepat Dunia di Bandara Soekarno-Hatta, Apa Kata Traveler?

20 Mar 2022

Jakarta - Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu lokasi paling awal di Indonesia yang dapat menyediakan akses jaringan Telkomsel 5G. 

Jaringan Telkomsel 5G tersebut saat ini terdapat di sejumlah titik di Terminal 3 dan secara bertahap jangkauannya akan diperluas. 

“Bandara Soekarno-Hatta khususnya di Terminal 3 menjadi lokasi paling awal di Indonesia yang bisa menyediakan akses 5G, dan tentunya ini memberikan digital experience terbaik bagi traveler, pengunjung bandara maupun para staf di bandara. Ini sejalan dengan transformasi digital yang dijalankan AP II sejak 2016, di mana bandara-bandara perseroan harus secara berkelanjutan mengembangkan infrastruktur digital dalam memberikan pelayanan,” jelas President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. 

Adapun pada tahap awal AP II dan Telkomsel mengembangkan kolaborasi berbasis teknologi 5G yang antara lain layanan 5G Fixed Wireless Access, 5G Experience Corner dan 5G Solution di Bandara Soekarno-Hatta.

Muhammad Awaluddin mengatakan keberadaan 5G dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para traveler ketika berada di Bandara Soekarno-Hatta. 

“Teknologi 5G membuat koneksi data lebih cepat hingga 20 kali lipat dibandingkan dengan 4G, sehingga memberikan pengalaman baru ketika kita ingin mengunduh (download) sesuatu atau menonton streaming video. Di samping itu teknologi 5G juga memungkinkan untuk penggunaan Augmented Reality dan VIrtual Reality dengan lancar dan baik,” jelas Muhammad Awaluddin. 

Keberadaan jaringan Telkomsel 5G di Terminal 3 juga mendapat respons positif dari traveler maupun staf bandara. 

Tokoh telekomunikasi Indonesia yang juga pendiri IndoTelko Forum, Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) dan Indonesia Digital Society Forum (IDSF), Doni Ismanto Darwin mengatakan kehadiran akses 5G di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sangat membantu aktivitas traveler. 

Baginya, akses 5G sangat membantu menyelesaikan pekerjaan sembari menunggu keberangkatan penerbangan. 

“Surprised ketika akan berangkat ke Lombok pada Kamis, 17 Maret lalu, ketika menuju Boarding Gate 11 melihat ponsel sinyal bar berubah menjadi 5G dari biasanya 4G. Seperti biasa saya selalu memilih tempat favorit di depan jendela sembari melihat pesawat yang sedang parkir. ketika langsung mencoba layanan 5G di gate 11 yang sangat joss, tidak ada lag untuk streaming video maupun untuk download data pekerjaan.

“Sangat membantu bagi orang seperti saya, yang biasanya memanfaatkan waktu menunggu keberangkatan sembari menyelesaikan pekerjaan. Kehadiran 5G di Soetta benar-benar menjadi simbolisasi transformasi digital oleh Angkasa Pura II,” ujar Doni Ismanto Darwin. 

Sementara itu, Wawan, salah seorang penumpang pesawat rute internasional yang tengah menunggu keberangkatan, dan sempat merasakan akses Telkomsel 5G di Airport Digital Lounge Terminal 3 mengatakan kehadiran 5G memberikan nilai tambah bagi penumpang pesawat.

“Untuk 5G ini sangat mendukung, download semakin cepat daripada 4G. Untuk resolusi video dari Youtube dan sebagainya, untuk kualitas (video) paling tinggi itu sangat mendukung, sangat jernih (kualitas video),” ujarnya. 

Sementara itu, Bagas, salah seorang pekerja di Terminal 3 menuturkan kecepatan 5G dapat mendukung berbagai aktivitas. “Perbedannya, pasti kecepatan 5G lebih cepat dibandingkan dengan 4G.”

Adapun saat dilakukan speed test, kecepatan Telkomsel 5G di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dapat tembus kecepatan download hinggan 237 Mbps atau lebih cepat berkali-kali lipat dari 4G yang sekitar 16 Mbps.

Penerapan infrastruktur teknologi jaringan 5G di Bandara Soekarno-Hatta juga telah mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, terutama dalam pemanfaatan frekuensi jaringan telekomunikasi yang memenuhi standar keamanan dan keselamatan untuk operasional bandara dan penerbangan.